Penilaian Kebutuhan Peningkatan Kompetensi Bagi Pemangku Jabatan Fungsional Tertentu

  • Novi Prawitasari Lembaga Administrasi Negara
  • Dewi Sartika Lembaga Administrasi Negara
Keywords: competency enhancement, scientific writing, JFT

Abstract

JFT is required to be able to produce scientific papers to support the Credit Score (AK). However, scientific papers produced are still relatively minimal, due to the lack of competence in writing scientific papers. The purpose of this study is to analyze the needs in writing scientific papers by JFT in East Kalimantan Province. This type of research is quantitative with data collection techniques through surveys using an online questionnaire. The research respondents consisted of lecturers, widyaiswara, and researchers. Data were analyzed descriptively using a frequency table. 24.2% of respondents stated that the biggest obstacle in scientific writing is the preparation of design research, preparation of research instruments (21.1%), determining research method (27.6%), the collection and data processing (12.7%), and conducting data analysis and drawing conclusions (8.3%). The need for developing scientific writing capacity for JFT is a competency-based training and hands-on practice, building a scientific writing innovation, and utilizing writings from senior researchers how to write a scientific journal.

Keywords: Competency Improvement, Scientific Writing, Specialized Functional Officer

ABSTRAK

Pemangku Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) disyaratkan harus mampu menghasilkan karya tulis ilmiah agar dapat menunjang penambahan Angka Kredit (AK). Akan tetapi karya tulis ilmiah yang dihasilkan masih terbilang minim, hal ini disebabkan kurangnya kompetensi para JFT dalam menulis karya ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan pengembangan kapasitas dalam penulisan makalah ilmiah oleh JFT di Provinsi Kalimantan Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, teknik pengumpulan data melalui survei menggunakan form kuesioner online. Responden penelitian terdiri atas dosen (20 orang), widyaiswara (20 orang), dan peneliti (50 orang). Data dianalisis secara deskriptif menggunakan tabel frekuensi. Berdasarkan hasil análisis data, 24,2% responden menyatakan kendala terbesar dalam penulisan ilmiah adalah penyusunan desain riset (proposal riset), penyusunan instrumen penelitian (21,1%), menentukan metode penelitian yang tepat (27,6%), tahap pengumpulan dan pengolahan data (12,7%), melakukan analisis data dan menarik kesimpulan (8,3%), serta kendala lainnya sebanyak 6,2%. Kebutuhan pengembangan kapasitas menulis ilmiah bagi JFT dalam penelitian ini adalah pelatihan berbasis kompetensi dan praktik langsung (dibantu oleh mentor yang kompeten dan berpengalaman), membangun budaya inovasi penulisan (penelitian) ilmiah, serta memanfaatkan tulisan/jurnal dari peneliti senior tentang tahapan penelitian dan tata-cara penulisan jurnal ilmiah.

Kata Kunci: Peningkatan Kompetensi, Penulisan Ilmiah, Jabatan Fungsional Tertentu

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asik, N. "Peningkatan Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Melalui Pendekatan Kolaboratif." Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra BAHTERA Vol. 14 No. 2, 2015: 168–183.
Azizah dan Parmin. "Inquiry Training untuk Mengembangkan Ketrampilan Meneliti Mahasiswa." Unnes Science Education Journal, Volume 1 No. 1, 2012: 1–11.
Badan Pusat Statistik. Statistik Indonesia 2019. Badan Pusat Statistik, 2019.
Badan Pusat Statistik. Statistik Indonesia 2020. Badan Pusat Statistik, 2020.
Dewi, S. P. "Penerapan Metode Peta Pikiran (Mind Mapping) untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Narasi pada Siswa Kelas IV SD Negeri I Trirenggo Bantul Yogyakarta Tahun Ajaran 2009/2010 (Penelitian Tindakan Kelas)." Digital Library, 2010: 1–19.
Haning, M. T. "Reformasi Birokrasi di Indonesia: Tinjauan Dari Perspektif Administrasi Publik." JAKPP (Jurnal Analisis Kebijakan dan Pelayanan Publik) Vol. 4 No. 1, 2018: 25-37.
Junaedi, E. "Model Latihan Inkuiri (Inquiry Training Model) ; Pembelajaran Bermakna Yang Melatih Ketrampilan-Ketrampilan Penelitian." Jurnal Pendidikan. 2015
Kemenpan-RB. "Wujudkan Pemerintahan Kelas Dunia, Tak Bisa Toleransi PNS Asal Kerja." March 8, 2016. https://www.menpan.go.id/site/berita-terkini/wujudkan-pemerintahan-kelas-dunia-tak-bisa-toleransi-pns-asal-kerja (accessed February 6, 2019)
LAN, P. I. Roadmap Inovasi PKP2A III LAN Tahun 2017-2020. 2017.
LAN, P. I. 99 Inovasi PKP2A III LAN (M. Darto, Ed.). Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia: PKP2A III LAN. 2018.
Presiden RI. UU No 5 Th 2014 - Aparatur Sipil Negara. 1–105. 2014.
Prianggoro, B. A. "Analisis Kompetensi Peneliti pada Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau." Journal of Public Sector Innovation, Vol. 1 No. 1, 2016: 7–11.
Rohmadin, S. "Reformasi Birokrasi pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat." Jurnal MSDA, 2018: 75-96.
Rohmah, N. "Strategi Peningkatan Kemampuan Dosen dalam Penulisan Karya Ilmiah (Studi Multi Kasus pada UNISDA dan STAIDRA di Kabupaten Lamongan)." Jurnal Pendidikan Vol. 1 No. 7, 2016: 1312–1322.
Santoso, H. "Peningkatan Keterampilan Menulis Karya Ilmiah Bagi Pustakawan." UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang, 2008: 1-17.
chwab, K. The Global Competitiveness Report 2018.October 16, 2018. https://www.weforum.org/reports/the-global-competitveness-report-2018 (accessed January 11, 2019)
Sinta Indonesia. Academic Rank. 2020. http://sinta2.ristekdikti.go.id/.
Sururi, Ahmad. "Inovasi Kebijakan Publik (Tinjauan Konseptual dan Empiris)." Jurnal Sawala Vol. 4 No. 3, 2016: 1-14.
Ulfatin, N. "Guru: Pengembangan Karir atau kah Pengembangan Profesi?." Prosiding Seminar Nasional, 2017: 93–100.
Published
2020-12-15
How to Cite
Prawitasari, N., & Sartika, D. (2020). Penilaian Kebutuhan Peningkatan Kompetensi Bagi Pemangku Jabatan Fungsional Tertentu. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 15(2), 163-176. https://doi.org/10.47441/jkp.v15i2.128